Empayar Fir’aun
EMPAYAR FIR’AUN
Tutankhamun
Tutankhamun adalah firaun yang masih begitu belia. Ia adalah Firaun ke-12 dari Dinasti Mesir Ke-18. Memerintah sejak tahun 1334 – 1323 SM.
Nama Tutankhamun membawa erti “Gambaran Amun yang hidup”. Selama masa kekuasaannya yang singkat (11 tahun) ia menjalankan pemerintahan yang moderate. Padahal usianya baru 8 tahun ketika menaiki tahta.
Begitupun Tutankhamun dikenal sebagai figur raja yang meletakkan dasar nilai pemujaan Atenism kembali ke agama kaum Mesir Kuno. Ia adalah putra Amenhotep III yang pusat pemerintahannya di Thebes (wilayah Mesir Kuno delat Sungai Nil).
Tutankhamun dikatakan meninggal dunia akibat dibunuh. Sebab mumianya memiliki bekas luka tusuk di bahagian pipi kiri.
- Kajian mengenai ukiran hieroglif di dinding Temple of Karnak mengenai sejarah Raja Tutmosis III, dari dinasti ke 18, pada kira-kira 1504-1450 sebelum masihi, mendedahkan bahawa jumlah emas yang dilombong pada tiga tahun pertama pemerintahannya adalah sebanyak 829kg (1,850 pound)
- Sejak 6000 tahun yang lalu, orang-orang Mesir telah menggunakan jongkong emas yang di cop nama firaun Menes sebagai medium pertukaran
- Para pengkaji mendapati, untuk menghasilkan topeng muka emas Tutankhamon (lihat gambar bawah),11,000 tan batu telah dipecahkan untuk tujuan ini!!!
Berikut ini adalah peralatan-peralatan Firaun yang diperbuat dari emas
Cincin Emas Firaun
Kerusi emas permaisuri Firaun
——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Makam Firaun Tutankhamen
- Selama belasan tahun lebih perburuan makam Tutankhamen dilakukan. Dengan semangat terakhir yang tersisa, pekerjaan itu tak sia-sia. Inilah penemuan arkelogi terbesar abad 20 di Mesir.
Howard Carter (1874 – 1939), adalah ahli arkeologi yang berasal dari London, England, yang mendalami kebudayaan Mesir kuno. Tak ada ahli arkelogi yang begitu konsisten terhadap Mesir kecuali dia. Karena itu Howard Carter menjadi satu-satunya pakar kebudayaan Mesir Kuno .
Dalam perjalanan karier dan hidupnya, Howard Carter mendalami seni arkeologi. Semua hal yang dilakukannya sejak usia 17 tahun sudah “berbau” Mesir. Lantas pada usia 25 tahun beliau sudah diberi kepercayaan untuk bekerja di wilayah Mesir untuk melakukan penggalian, termasuk pemeliharaan artifak Mesir Kuno.
Sampai akhirnya ia menemui salah satu makam firaun Mesir Kuno dari dinasti ke-18 yang dikenal sebagai Tutankhamun. 





ChatBox RSS Feed










