Germany
THE INFAMOUS GERMAN INFLATION NIGHTMARE (1920′S)
Kegagalan matawang kertas merupakan perkara biasa yang sering berlaku dalam institusi kewangan konvensional yang menjadi kebiasaan penduduk dunia sekarang.
Pada tahun 1920-an, negara Jerman menderita akibat berlakunya hyper inflasi di negara berkenaan. Indeks inflasi pada ketika itu meningkat dari angka 1 ke angka 726 billion!!
- Wang simpanan seumur hidup individu tidak lagi mampu untuk membeli walaupun sebuku roti!! Manusia berbaris dan beratur panjang pada awal pagi untuk membeli makanan kerana menyedari bahawa harga barangan akan meningkat tinggi pada waktu tengahari..
- Bagi individu yang bekerja makan gaji, gaji mereka dibayar sehingga 3 kali sehari dan isteri-isteri mereka bersiap sedia menunggu di luar tempat kerja mereka, menunggu cek bayaran dari suami2 mereka untuk dibelanjakan sebelum harga barang kembali menaik.
- Menggerunkan! bayangkan sekiranya ini yang terjadi di negara Malaysia. Ia sebenarnya telah berlaku pada tahun 1990-an dahulu (tetapi pada skala yang kecil di mana nilai matawang Malaysia telah menyusut melebihi 50% dari nilai sebenar!!)
- Tetapi oleh kerana tindakan pantas para pemimpin negara kita menambat matawang Ringgit, ekonomi Malaysia dapat diselamatkan!!!
- Kalau terlambat, pastinya Malaysia menerima nasib yang sama seperti di Jerman ini!!
By mid-1923 workers were being paid as often as three times a day. Their wives would meet them, take the money and rush to the shops to exchange it for goods. However, by this time, more and more often, shops were empty. Storekeepers could not obtain goods or could not do business fast enough to protect their cash receipts. Farmers refused to bring produce into the city in return for worthless paper. Food riots broke out. Parties of workers marched into the countryside to dig up vegetables and to loot the farms. Businesses started to close down and unemployment suddenly soared. The economy was collapsing.
Dulu, salah satu negara yang pernah mengalami inflasi hebat adalah Jerman, yakni pada 1923. Setiap dua hari, konon harga barang naik dua kali lipat. Sebagai misal, untuk membuat jembatan sepanjang 25 meter yang melintasi Sungai Aach di Kota Singen, dibutuhkan biaya sebesar 1.520.940.901.926.024 Mark.
Mata uang Jerman pun terus-menerus jatuh. Pada waktu pecah perang dunia pertama 1914, nilai $1 sama dengan 4,20 mark. Sampai Januari 1923, nilai mark mencapai level 17.800. Puncaknya, pada November 1923 nilai $1 setara dengan 4.200.000.000.000 mark. Akibatnya, Reichsbank pernah mengeluarkan mata uang yang nominal tertingginya mencapai 100 triliun mark.(Gambar bawah : 100 Million Mark Germany pada tahun 1923)





ChatBox RSS Feed









